Kenaikan gaji yang diberikan kepada jajaran Kementerian Keuangan dinilai tidak tepat. Kasus pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang punya rekening Rp 25 miliar menjadi contoh kegagalan sistem remunerasi di Kementerian Keuangan.
Legislator Komisi XI asal Partai Demokrat, Achsanul Qosasih, menilai, tidak tepat jika jajaran Kementerian Keuangan menjadi instansi yang paling tinggi dan lebih dulu mendapatkan remunerasi. “Saya heran, kenapa, kok, malah Kementerian Keuangan dulu yang dapat remunerasi? Saya kira yang pantas itu seharusnya dari TNI dan Polri,” kata Achsanul Qosasih dalam diskusi Radio Trijaya di Warung Daun Jakarta, Sabtu (3/4/2010).
Ia mengatakan, dinilai dari kinerjanya, TNI dan Polri memiliki beban kerja yang paling tinggi dan lebih tinggi dibandingkan dengan Kementerian Keuangan. “Karena, TNI dan Polri ini yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Mereka ada di garda terdepan soal pelayanan dan keamanan masyarakat. Sampai di daerah-daerah terpencil, mereka bahkan ada,” tuturnya.
“Dengan demikian, justru lebih tepat jika remunerasi ini lebih diprioritaskan di TNI Polri,” sambungnya.
Mengenai remunerasi di jajaran Kementerian Keuangan, menurut dia, terlalu dini diterapkan karena penilaian yang terlalu subyektif. Sudah menjadi semacam asumsi, kata dia, kalau jajaran Kementerian Keuangan mengurusi uang yang sangat banyak, gajinya juga harus besar.
“Tapi, gaji besar tak jamin tak korupsi. Itu bukan cegah korupsi, remunerasi itu lebih kepada bentuk reward atas kinerja. Soal korupsi itu keprofesionalan orangnya yang harus dibenahi, bukan pendapatannya,” ujarnya.
________
Minggu, 04 April 2010
Gayus,manusia 25 miliar
Gayus Tambunan? Siapa yang sekarang ini belum mengenal yang namanya Gayus Tambunan? He he, kalau belum tau siapa itu gayus tambunan kok bisa sampe di kejar – kejar informasi oleh situs berita maupun media lainnya. Gayus Halomoan P Tambunan merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang disebut mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji terlibat dalam kasus pajak sebesar Rp 25 miliar. Hmm, 25 Miliar? mau diapain tuh uang sebanyak itu? coba di gunakan untuk rakyat – rakyat yang kurang mampu pasti bisa sedikit membantu untuk memberantas kemiskinan di Indonesia. Iya gak? Kalau uang di korupsi terus, mau gmana lagi nasib rakyat yang kurang mampu lainnya ya? Akan habis deh uang negara nantinya . . .
Ia besar di perkampungan padat di Warakas, Jakarta Utara. Tapi, itu dulu. Kini Gayus tinggal di perumahan elite berharga miliaran rupiah di Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Wow!Di Warakas, Gayus muda tinggal di rumah sederhana. Luasnya cuma selapangan bulu tangkis. Di pintu depannya tertempel stiker: Diploma Pajak STAN Jakarta. Bagian belakang rumah dibuat dua lantai, namun hanya berdinding tripleks. Kemarin, saat Tempo mengunjungi rumah lama Gayus, bangunan itu tampak tak terawat. Di ruang tamu hanya tersisa dua lemari dan satu set kursi.
“Rumah itu kosong,” kata seorang tetangga di Jalan Warakas I Gang 23 Jalan E, RT 11 RW 8 Nomor 4, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok. “Mereka sudah pindah sejak lima tahun lalu,” kata Kholis, 38 tahun, tetangga depan rumah Gayus.
Menurut Kholis, keluarga Gayus sudah puluhan tahun tinggal di Warakas. “Gayus itu lahir di sini,” katanya. Gayus memiliki empat saudara kandung. Ia anak kedua. “Terakhir saya ketemu dua tahun lalu. Sempat mengobrol di depan rumah,” kata Kholis.
Gayus kini tinggal di kawasan elite Gading Park View Blok ZE Nomor 1. Harganya ditaksir miliaran rupiah. Rumah mewah itu kemarin tampak sepi. Hanya ada seorang pembantu rumah tangga di sana.
Sejak namanya disebut oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji, rumah itu jadi buruan wartawan. Namun tak ada seorang pun yang mau memberi keterangan.
Sumber Tempo menuturkan, Gayus pernah tinggal di Apartemen Cempaka Mas. “Saat menikah, dia pindah ke Kelapa Gading,” kata sumber itu. “Dia sukseslah. Aset propertinya banyak. Mobilnya BMW seri terbaru,” ujarnya.
Direktorat Jenderal Pajak mengaku telah menyelidiki Gayus sejak tahun lalu. Direktur Kepatutan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur, Bambang Basuki, mengatakan pengamatan itu dilakukan saat kasusnya ditangani polisi. “Dulu, kami juga tak tahu apa yang dituduhkan (polisi kepada Gayus),” katanya. ( http://id.news.yahoo.com/tmpo/20100325/tid-gayus-tambunan-dari-gang-sempit-ke-k-27a5bfe.html )
Kasus ini mengemuka setelah Bareskrim Mabes Polri menemukan aliran dana mencurigakan yang masuk ke rekening terdakwa di Bank Central Asia Bintaro, Kota Tangerang Selatan, sebesar Rp 170 juta pada 21 September 2007 dan Rp 200 juta pada 15 Agustus 2008.
Total uang yang diterima pegawai pajak ini dari PT Megah Citra Jaya Garmindo untuk mengurus pajak perusahaan tersebut sebesar Rp 370 juta. Setelah mentransfer uang itu, terdakwa tidak mengurus apa pun meskipun perusahaan tersebut berkali-kali menghubungi terdakwa dan menanyakan pengurusan pajak dan uang yang ditransfer.
Sejak penyelidikan kejaksaan dan perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang, terdakwa tidak pernah ditahan.
Namun, jaksa peneliti dalam perkara yang melibatkan Gayus Tambunan justru akan mengajukan laporan pencemaran nama baik kepada Markas Besar Polri. Selain itu, secara pribadi atau bersama-sama, jaksa peneliti juga akan menggugat secara perdata pihak yang mencemarkan nama baik mereka.
Hal itu diungkapkan jaksa Cirus Sinaga selaku ketua tim jaksa peneliti dalam perkara yang melibatkan Gayus Tambunan dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung, Senin. Selain Cirus, tiga jaksa peneliti lainnya juga hadir, yakni Fadil Regan, Eka Kurnia, dan Ika Safitri.
Pengaduan itu akan diajukan kepada pihak yang menuding jaksa peneliti menerima uang suap dalam perkara Gayus Tambunan.
Ketika wartawan menanyakan, siapa yang akan dilaporkan dan digugat secara perdata, Cirus berkali-kali mengelak. Namun, akhirnya ia menjawab, ”Ya, siapa yang menuduh. Katanya, kalau di TV kan Pak Susno.”
Secara terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, proses tindakan atas Gayus Tambunan sedang dilakukan secara internal oleh Kementerian Keuangan.
”Tim akan memberikan rekomendasi hukuman yang bertujuan menciptakan suasana pencegahan pada pelanggaran pegawai,” ujar Menteri Keuangan. ( kompas )
Ia besar di perkampungan padat di Warakas, Jakarta Utara. Tapi, itu dulu. Kini Gayus tinggal di perumahan elite berharga miliaran rupiah di Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Wow!Di Warakas, Gayus muda tinggal di rumah sederhana. Luasnya cuma selapangan bulu tangkis. Di pintu depannya tertempel stiker: Diploma Pajak STAN Jakarta. Bagian belakang rumah dibuat dua lantai, namun hanya berdinding tripleks. Kemarin, saat Tempo mengunjungi rumah lama Gayus, bangunan itu tampak tak terawat. Di ruang tamu hanya tersisa dua lemari dan satu set kursi.
“Rumah itu kosong,” kata seorang tetangga di Jalan Warakas I Gang 23 Jalan E, RT 11 RW 8 Nomor 4, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok. “Mereka sudah pindah sejak lima tahun lalu,” kata Kholis, 38 tahun, tetangga depan rumah Gayus.
Menurut Kholis, keluarga Gayus sudah puluhan tahun tinggal di Warakas. “Gayus itu lahir di sini,” katanya. Gayus memiliki empat saudara kandung. Ia anak kedua. “Terakhir saya ketemu dua tahun lalu. Sempat mengobrol di depan rumah,” kata Kholis.
Gayus kini tinggal di kawasan elite Gading Park View Blok ZE Nomor 1. Harganya ditaksir miliaran rupiah. Rumah mewah itu kemarin tampak sepi. Hanya ada seorang pembantu rumah tangga di sana.
Sejak namanya disebut oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji, rumah itu jadi buruan wartawan. Namun tak ada seorang pun yang mau memberi keterangan.
Sumber Tempo menuturkan, Gayus pernah tinggal di Apartemen Cempaka Mas. “Saat menikah, dia pindah ke Kelapa Gading,” kata sumber itu. “Dia sukseslah. Aset propertinya banyak. Mobilnya BMW seri terbaru,” ujarnya.
Direktorat Jenderal Pajak mengaku telah menyelidiki Gayus sejak tahun lalu. Direktur Kepatutan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur, Bambang Basuki, mengatakan pengamatan itu dilakukan saat kasusnya ditangani polisi. “Dulu, kami juga tak tahu apa yang dituduhkan (polisi kepada Gayus),” katanya. ( http://id.news.yahoo.com/tmpo/20100325/tid-gayus-tambunan-dari-gang-sempit-ke-k-27a5bfe.html )
Kasus ini mengemuka setelah Bareskrim Mabes Polri menemukan aliran dana mencurigakan yang masuk ke rekening terdakwa di Bank Central Asia Bintaro, Kota Tangerang Selatan, sebesar Rp 170 juta pada 21 September 2007 dan Rp 200 juta pada 15 Agustus 2008.
Total uang yang diterima pegawai pajak ini dari PT Megah Citra Jaya Garmindo untuk mengurus pajak perusahaan tersebut sebesar Rp 370 juta. Setelah mentransfer uang itu, terdakwa tidak mengurus apa pun meskipun perusahaan tersebut berkali-kali menghubungi terdakwa dan menanyakan pengurusan pajak dan uang yang ditransfer.
Sejak penyelidikan kejaksaan dan perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang, terdakwa tidak pernah ditahan.
Namun, jaksa peneliti dalam perkara yang melibatkan Gayus Tambunan justru akan mengajukan laporan pencemaran nama baik kepada Markas Besar Polri. Selain itu, secara pribadi atau bersama-sama, jaksa peneliti juga akan menggugat secara perdata pihak yang mencemarkan nama baik mereka.
Hal itu diungkapkan jaksa Cirus Sinaga selaku ketua tim jaksa peneliti dalam perkara yang melibatkan Gayus Tambunan dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung, Senin. Selain Cirus, tiga jaksa peneliti lainnya juga hadir, yakni Fadil Regan, Eka Kurnia, dan Ika Safitri.
Pengaduan itu akan diajukan kepada pihak yang menuding jaksa peneliti menerima uang suap dalam perkara Gayus Tambunan.
Ketika wartawan menanyakan, siapa yang akan dilaporkan dan digugat secara perdata, Cirus berkali-kali mengelak. Namun, akhirnya ia menjawab, ”Ya, siapa yang menuduh. Katanya, kalau di TV kan Pak Susno.”
Secara terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, proses tindakan atas Gayus Tambunan sedang dilakukan secara internal oleh Kementerian Keuangan.
”Tim akan memberikan rekomendasi hukuman yang bertujuan menciptakan suasana pencegahan pada pelanggaran pegawai,” ujar Menteri Keuangan. ( kompas )
Barcelona ke puncak klasemen lg
Pemain Barcelona, Lionel Messi dan Bojan Krkic, mencetak gol yang ikut menentukan kemenangan timnya 4-1 atas Athletic Bilbao dalam duel Divisi Primera, Sabtu (3/4/2010). Barcelona kini mengoleksi 77 poin dan berhak naik ke puncak klasemen, menggusur Real Madrid yang cuma punya 74 poin.
Menjamu Bilbao, Barca tampil tanpa beberapa pemain utamanya. Andres Iniesta masih cedera, sedangkan Zlatan Ibrahimovic dan Dainel Alves diistirahatkan setelah partai berat di Liga Champions melawan Arsenal. Meski begitu, kekuatan "Azulgrana" tetap solid. Yang menarik di pertandingan ini adalah keberanian Pep Guardiola memasang tiga bomber kecil di lini depan, yakni Bojan Krkic, Jeffren Suarez, dan Lionel Messi.
Seperti biasa, sejak awal "El Barca" mampu mendominasi pertandingan. Umpan-umpan pendek antar-lini berjalan dengan lancar. Serangan demi serangan terus dibangun kubu Catalan guna membongkar pertahanan tim tamu. Gol pertama Barca tercipta pada menit ke-27 melalui Suarez. Crossing Eric Abidal dari sayap kiri berhasil dituntaskan oleh Suarez dengan kaki kanannya ke gawang Gorka Iraizoz, 1-0 untuk Barcelona.
Meski unggul, Barca tetap menekan pertahanan Bilbao. Alhasil, gawang Iraizoz kembali bobol pada menit ke-40 melalui aksi Krkic. Umpan terobosan Carles Puyol ke kotak penalti berhasil ditembak Krkic ke pojok kiri gawang Bilbao. Kedudukan 2-0 bertahan hingga turun minum.
Pada paruh kedua, Bilbao bermain lebih baik. Dalam tujuh menit awal, tim besutan Joaquin Caparros mampu melesatkan lima tembakan. Namun, semuanya belum mampu membobol gawang Victor Valdes. Justru Barca yang mendapatkan gol tambahan melalui Krkic pada menit ke-59.
Gol diawali lagi oleh aksi Eric Abidal di sayap kiri. Pemain asal Perancis itu melepas umpan datar ke kotak penalti yang langsung disambar oleh Krkic. Enam menit kemudian, Lionel Messi menambah keunggulan Barcelona menjadi 4-0.
Striker Bilbao, Markel Susaeta, mencetak gol penghibur bagi timnya pada menit ke-77. Skor 4-1 bertahan hingga wasit Antonio Lahoz meniup peluit akhir pertandingan. (*)
Susunan pemain
Barcelona: Valdes; Chigrynskiy, Pique, Abidal, Puyol; Busquet (Xavi 54), Maxwell, Toure; Suarez (Pedro 60), Krkic, Messi.
Athletic Bilbao: Iraizoz; Amorebieta, Jose, Del Campo, Iraola; MartÃnez, Gurpegui, Gabilondo (Yeste 45), Lopez (Toquero 45); Llorente (Iturraspe 70), Susaeta.
Menjamu Bilbao, Barca tampil tanpa beberapa pemain utamanya. Andres Iniesta masih cedera, sedangkan Zlatan Ibrahimovic dan Dainel Alves diistirahatkan setelah partai berat di Liga Champions melawan Arsenal. Meski begitu, kekuatan "Azulgrana" tetap solid. Yang menarik di pertandingan ini adalah keberanian Pep Guardiola memasang tiga bomber kecil di lini depan, yakni Bojan Krkic, Jeffren Suarez, dan Lionel Messi.
Seperti biasa, sejak awal "El Barca" mampu mendominasi pertandingan. Umpan-umpan pendek antar-lini berjalan dengan lancar. Serangan demi serangan terus dibangun kubu Catalan guna membongkar pertahanan tim tamu. Gol pertama Barca tercipta pada menit ke-27 melalui Suarez. Crossing Eric Abidal dari sayap kiri berhasil dituntaskan oleh Suarez dengan kaki kanannya ke gawang Gorka Iraizoz, 1-0 untuk Barcelona.
Meski unggul, Barca tetap menekan pertahanan Bilbao. Alhasil, gawang Iraizoz kembali bobol pada menit ke-40 melalui aksi Krkic. Umpan terobosan Carles Puyol ke kotak penalti berhasil ditembak Krkic ke pojok kiri gawang Bilbao. Kedudukan 2-0 bertahan hingga turun minum.
Pada paruh kedua, Bilbao bermain lebih baik. Dalam tujuh menit awal, tim besutan Joaquin Caparros mampu melesatkan lima tembakan. Namun, semuanya belum mampu membobol gawang Victor Valdes. Justru Barca yang mendapatkan gol tambahan melalui Krkic pada menit ke-59.
Gol diawali lagi oleh aksi Eric Abidal di sayap kiri. Pemain asal Perancis itu melepas umpan datar ke kotak penalti yang langsung disambar oleh Krkic. Enam menit kemudian, Lionel Messi menambah keunggulan Barcelona menjadi 4-0.
Striker Bilbao, Markel Susaeta, mencetak gol penghibur bagi timnya pada menit ke-77. Skor 4-1 bertahan hingga wasit Antonio Lahoz meniup peluit akhir pertandingan. (*)
Susunan pemain
Barcelona: Valdes; Chigrynskiy, Pique, Abidal, Puyol; Busquet (Xavi 54), Maxwell, Toure; Suarez (Pedro 60), Krkic, Messi.
Athletic Bilbao: Iraizoz; Amorebieta, Jose, Del Campo, Iraola; MartÃnez, Gurpegui, Gabilondo (Yeste 45), Lopez (Toquero 45); Llorente (Iturraspe 70), Susaeta.
mutasi terbaru 2 april 2010
Kepolisian Negara RI melakukan mutasi empat kepala polda dengan TR Kapolri Nomor 261 Tertanggal 2 April 2010. Selain Edmond Ilyas yang dimutasi dari Kapolda Lampung menjadi perwira tinggi Mabes Polri, terdapat tiga kapolda lainnya karena alasan pensiun.
Berikut adalah mutasi empat kapolda yang disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (2/4/2010).
1. Kapolda Lampung Brigjen Edmond Ilyas digantikan Wakadiv Humas Brigjen Sulistyo Ishak. Edmond dimutasi sebagai perwira tinggi Mabes Polri.
2. Kapolda Aceh Irjen Adityawarman yang memasuki masa pensiun digantikan oleh Brigjen Fajar Prihantoro yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku Utara. Wakapolda Gorontalo Kombes Lukman Nulhakim dimutasi sebagai Kapolda Maluku Utara, menggantikan Fajar Prihantoro.
3. Kapolda Gorontalo Brigjen Sumaryono yang memasuki masa pensiun digantikan Brigjen Irawan Dahlan.
4. Kapolda Bangka Belitung Brigjen Anton Setiadi dimutasi sebagai perwira tinggi Staf Ahli Kapolri. Penggantinya Kombes M Rum Murkal.
Serah terima jabatan para kapolda ini dijadwalkan akan dilakukan untuk pekan depan. Sementara itu, terkait posisi Direktur II Ekonomi Khusus Brigjen Raja Erizman yang saat ini juga tengah diperiksa Divisi Propam terkait kasus Gayus belum ada pemutasian.
"Karena, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dinilai belum mengganggu tugasnya," kata Edward.
Berikut adalah mutasi empat kapolda yang disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (2/4/2010).
1. Kapolda Lampung Brigjen Edmond Ilyas digantikan Wakadiv Humas Brigjen Sulistyo Ishak. Edmond dimutasi sebagai perwira tinggi Mabes Polri.
2. Kapolda Aceh Irjen Adityawarman yang memasuki masa pensiun digantikan oleh Brigjen Fajar Prihantoro yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku Utara. Wakapolda Gorontalo Kombes Lukman Nulhakim dimutasi sebagai Kapolda Maluku Utara, menggantikan Fajar Prihantoro.
3. Kapolda Gorontalo Brigjen Sumaryono yang memasuki masa pensiun digantikan Brigjen Irawan Dahlan.
4. Kapolda Bangka Belitung Brigjen Anton Setiadi dimutasi sebagai perwira tinggi Staf Ahli Kapolri. Penggantinya Kombes M Rum Murkal.
Serah terima jabatan para kapolda ini dijadwalkan akan dilakukan untuk pekan depan. Sementara itu, terkait posisi Direktur II Ekonomi Khusus Brigjen Raja Erizman yang saat ini juga tengah diperiksa Divisi Propam terkait kasus Gayus belum ada pemutasian.
"Karena, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dinilai belum mengganggu tugasnya," kata Edward.
Rabu, 16 Desember 2009
Ruhut : Ada 2 mantan menteri berkhianat thdp Sby !
PD Curigai Konspirasi
Kompak: Jangan Produksi Fitnah, Beberkan Saja
Rabu, 16 Desember 2009 | 04:01 WIB
Jakarta, Kompas - Partai Demokrat mencium ada dua mantan menteri yang berkhianat. Keduanya diduga ikut dalam konspirasi untuk menjatuhkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketua Departemen Pendidikan dan Pembinaan Politik Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (PD) Ruhut Poltak Sitompul menyampaikan hal itu kepada pers di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/12). ”Ini info dari BIN (Badan Intelijen Negara),” katanya.
Ruhut, yang juga anggota Komisi III DPR, menduga mantan menteri itu kecewa karena tidak dipilih kembali oleh Presiden Yudhoyono sebagai anggota kabinet. Mereka ikut mendanai demonstrasi yang sekarang banyak terjadi di berbagai tempat.
”Oleh karena itu, saya mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai adanya kepentingan politik jangka pendek,” tegasnya.
Ketika didesak siapa dua mantan menteri itu, Ruhut tidak mau menyebutkannya. Namun, ketika ditanya beberapa nama, seperti mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault atau mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, ia memastikan bukanlah keduanya.
Setelah didesak lagi, Ruhut kemudian hanya memberikan ciri-ciri tentang dua mantan menteri itu. ”Bukan anggota partai. Ini dari profesional,” ungkapnya sambil tersenyum.
Turunkan kepercayaan
Secara terpisah, Selasa, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) yang banyak mendorong gerakan moral pemberantasan korupsi di berbagai daerah, terutama terkait pengusutan kasus Bank Century, menyesalkan pernyataan Ruhut itu.
”Jangan terus-menerus memproduksi fitnah. Kalau memang ada, sebutkan saja namanya. Kalau terbukti melanggar hukum, tangkap,” tegas aktivis Kompak, yang juga Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti.
Ray juga menegaskan, tuduhan Ruhut melengkapi tuduhan yang sebelumnya pernah dilontarkan Presiden Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina PD. Seolah-olah gerakan moral yang digelar masyarakat untuk pemberantasan korupsi ditunggangi kepentingan politik, bahkan bertujuan makar.
Ray juga mengingatkan, produksi fitnah bukan akan melemahkan gerakan masyarakat sipil untuk memberantas korupsi, tetapi justru semakin mengobarkan semangat. Dia juga mengingatkan, cara-cara semacam itu adalah cara-cara yang banyak dilakukan pada masa Orde Baru.
Ray mengingatkan, produksi tuduhan tanpa bukti justru akan menurunkan kepercayaan publik pada apa yang diucapkan Presiden maupun Partai Demokrat. ”Ini malah akan memukul balik mereka,” katanya. (sut/har)
Kompak: Jangan Produksi Fitnah, Beberkan Saja
Rabu, 16 Desember 2009 | 04:01 WIB
Jakarta, Kompas - Partai Demokrat mencium ada dua mantan menteri yang berkhianat. Keduanya diduga ikut dalam konspirasi untuk menjatuhkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketua Departemen Pendidikan dan Pembinaan Politik Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (PD) Ruhut Poltak Sitompul menyampaikan hal itu kepada pers di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/12). ”Ini info dari BIN (Badan Intelijen Negara),” katanya.
Ruhut, yang juga anggota Komisi III DPR, menduga mantan menteri itu kecewa karena tidak dipilih kembali oleh Presiden Yudhoyono sebagai anggota kabinet. Mereka ikut mendanai demonstrasi yang sekarang banyak terjadi di berbagai tempat.
”Oleh karena itu, saya mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai adanya kepentingan politik jangka pendek,” tegasnya.
Ketika didesak siapa dua mantan menteri itu, Ruhut tidak mau menyebutkannya. Namun, ketika ditanya beberapa nama, seperti mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault atau mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, ia memastikan bukanlah keduanya.
Setelah didesak lagi, Ruhut kemudian hanya memberikan ciri-ciri tentang dua mantan menteri itu. ”Bukan anggota partai. Ini dari profesional,” ungkapnya sambil tersenyum.
Turunkan kepercayaan
Secara terpisah, Selasa, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) yang banyak mendorong gerakan moral pemberantasan korupsi di berbagai daerah, terutama terkait pengusutan kasus Bank Century, menyesalkan pernyataan Ruhut itu.
”Jangan terus-menerus memproduksi fitnah. Kalau memang ada, sebutkan saja namanya. Kalau terbukti melanggar hukum, tangkap,” tegas aktivis Kompak, yang juga Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti.
Ray juga menegaskan, tuduhan Ruhut melengkapi tuduhan yang sebelumnya pernah dilontarkan Presiden Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina PD. Seolah-olah gerakan moral yang digelar masyarakat untuk pemberantasan korupsi ditunggangi kepentingan politik, bahkan bertujuan makar.
Ray juga mengingatkan, produksi fitnah bukan akan melemahkan gerakan masyarakat sipil untuk memberantas korupsi, tetapi justru semakin mengobarkan semangat. Dia juga mengingatkan, cara-cara semacam itu adalah cara-cara yang banyak dilakukan pada masa Orde Baru.
Ray mengingatkan, produksi tuduhan tanpa bukti justru akan menurunkan kepercayaan publik pada apa yang diucapkan Presiden maupun Partai Demokrat. ”Ini malah akan memukul balik mereka,” katanya. (sut/har)
ABG Ditembak Polisi
Jakarta - Polisi menganggap penembakan terhadap ABG berumur 15 tahun, Muhamad Rifki oleh Polsek Koja adalah hal yang lumrah. Polisi beralasan, Rifki ditembak karena hendak melarikan diri saat akan ditangkap.
“Alasannya karena dia hendak melarikan diri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di ruangannya, Jl Sudirman, Jaksel, Rabu (16/12/2009).“Untuk melumpuhkan saja,” lanjutnya.
Namun, hal berbeda diungkapkan oleh pihak keluarga Rifki. Menurut pihak keluarga, Rifki ditembak setelah sebelumnya disuruh turun dari mobil polisi yang mengangkutnya dengan mata tertutup kain hitam. Menanggapi hal itu, Boy tetap dengan alasannya. “Itu kan penjelasan sepihak. Perlu pembuktian,” tegasnya.
Penembakan Rifki terjadi 3 bulan lalu. Rifki adalah buron yang telah melakukan penganiayaan terhadap temannya yang dilakukan pada bulan puasa lalu. Rikfi kemudian berhasil ditangkap di Bekasi, beberapa waktu kemudian setelah penganiayaan itu.
“Alasannya karena dia hendak melarikan diri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di ruangannya, Jl Sudirman, Jaksel, Rabu (16/12/2009).“Untuk melumpuhkan saja,” lanjutnya.
Namun, hal berbeda diungkapkan oleh pihak keluarga Rifki. Menurut pihak keluarga, Rifki ditembak setelah sebelumnya disuruh turun dari mobil polisi yang mengangkutnya dengan mata tertutup kain hitam. Menanggapi hal itu, Boy tetap dengan alasannya. “Itu kan penjelasan sepihak. Perlu pembuktian,” tegasnya.
Penembakan Rifki terjadi 3 bulan lalu. Rifki adalah buron yang telah melakukan penganiayaan terhadap temannya yang dilakukan pada bulan puasa lalu. Rikfi kemudian berhasil ditangkap di Bekasi, beberapa waktu kemudian setelah penganiayaan itu.
website angkatan
kepada rekan2 ex detasemen 38 setia,sekarang kita sudah memiliki website untuk menjalin komunikasi antar sesama rekan,jadi diharapkan kepada rekan2 sekalian untuk berpartisipasi. Alamat sitenya www.akpol38setia.com
Langganan:
Komentar (Atom)